Kamis, 18 Agustus 2016

Kontrasepsi Untuk Ibu Pasca Persalinan




Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya  kehamilan. Upaya itu dapat bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen. Penggunaan kontarsepsi merupakan salah satu variable yang mempengaruhi fertilitas. Sampai saat ini belum ada suatu cara kontrasepsi yang 100% ideal. 

Ciri-ciri suatu kontrasepsi yang ideal meliputi daya guna, aman, murah, estetik, mudah didapat, tidak memerlukan motivasi terus-menerus, dan efek samping minimal. Berhasil tidaknya sesuatu cara bergantung kepada apakah sel mani (sperma) dapat dicegah dilumpuhkan-dimatikan supaya tidak memasuki arena fertilitas, atau sel telur tidak dikeluarkan atau tidak dapat bertemu dengan sel mani.

Dalam mempelajari kontrasepsi, pengetahuan tentang bagaimana terjadinya kehamilan dan cara kerja kontrasepsi harus dipahami benar-benar, misalnya :

•  Jangan menumpahkan sel mani ke dalam vagina pada cara abstinensia dan koitus interuptus
•  Mengelakkan masa subur wanita dengan system kalender
• Menutup mulut rahim untuk menghalangi masuknya sperma ke dalam  rahim dan saluran telur misalnya pada diafragma, cervical cap( Dutch cap)
•  Mematikan sperma dalam vagina dengan spermisida
•  Mencegah konsepsi atau nidasi dengan IUD
•  Menekan atau melumpuhkan sel mani dengan pil KB pria
•  Menekan ovulasi sehingga sel telur tidak keluar dengan kontrasepsi  hormonal
•  Memotong, mengikat atau menjepit saluran telur dan saluran sperma dengan kontrasepsi mantap

Inilah beberapa cara kontrasepsi pasca persalinan sebagai usaha medik dalam keluarga berencana. Cara kontrasepsi yang akan dibicarakan ialah MAL (Metode Amenorea Laktasi), Kontrasepsi kombinasi, kontrasepsi progestin, AKDR, kondom/spermisid, diafragma, KB alamiah, koitus interuptus, kontrasepsi mantap (Tubektomi), Vasektomi.



SEMOGA BERMANFAAT!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar